20 September 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Breaking News Eksklusif Berita Rekomendasi

Polisi Samarinda Usut Kasus Postingan Pasangan Bugil


Polisi Samarinda Usut Kasus Postingan Pasangan Bugil
Pasangan yang diarak warga di jalan raya (Foto: Capture Facebook)

KLIKSAMARINDA.COM - Video yang memperlihatkan aksi main hakim sendiri yang dilakukan masyarakat ini ditonton sekitar 50 ribu kali dalam waktu 1 jam. Pun, video ini telah dibagikan sekitar 1300 kali.

Video aksi main hakim sendiri ini diduga dilakukan warga Samarinda terhadap pasangan yang telah melakukan perbuatan mesum. Dalam video berdurasi 47 detik ini, tampak aksi keisengan warga yang mengganggu pelaku wanita dengan cara menarik tangan dan mencoba memegang bagian tubuh wanita yang terlarang.

Aksi main hakim sendiri ini kontan menjadi sorotan warga Samarinda. Apalagi, aksi main hakim sendiri ini disebarluaskan ke media sosial Facebook dan menjadi pembicaraan para netizen.

Pihak kepolisian Polresta Samarinda mengaku akan segera membentuk tim untuk menyelidiki kasus ini. Polisi tidak hanya mengejar pelaku penyebar video ini.

Bahkan, menurut Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Setyobudi, SIK, pihaknya juga telah memerintahkan jajarannya untuk mencari warga yang sengaja mengarak pasangan mesum ini di tepi jalan.

Kapolresta mengharapkan agar korban segera melaporkan hal ini ke pihak kepolisian, sehingga kasusnya bisa segera ditindaklanjuti.

"Ini nanti kita proses. Harusnya ini tidak boleh. Kalau memang tidak terima, harusnya diserahkan ke pihak kepolisian atau ke camat. Masih banyak yang bisa dilakukan dan tidak perlu reaktif. Yang nyebar video ini, akan kita tangkap," ujar Setyobudi.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mencari keberadaan korban dan melacak pemilik akun facebook yang mempertontonkan aksi penganiayaan terhadap pasangana mesum itu.

Jika terbukti, pemilik akun Facebook EI terancam melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Undang-Undang Pornografi dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (*)

Reporter : M4N    Editor : Dwi Hendro B



Comments

comments


Komentar: 0