20 September 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Ini Harta Karun dari Perbukitan Kapur Kaltim


Ini Harta Karun dari Perbukitan Kapur Kaltim
Salahsatu bukti kehidupan manusia purba di perbukitan karst Sangkulirang Mangkalihat. (Foto: Ist)

KLIKSAMARINDA - Anda ingin menelusuri lorong waktu? Barangkali sesekali perlu menjelajah perbukitan karst Sangkulirang Mangkalihat, Kalimantan Timur. Sebab di dalamnya terdapat pelbagai lukisan purba di dinding dan langit gua yang merekam jejak peradaban manusia sejak ribuan tahun silam.

Dari sejumlah penelitian, sedikitnya ada 30 gua bernilai sejarah yang membentang dari Kabupaten Berau hingga Kabupaten Kutai Timur. Itu hanya untuk area seluas 80 x 100 kilometer yang telah disurvei. Sementara, bentang perbukitan karst Sangkulirang Mangkalihat mencapai 1,8 juta hektare.

Bila ditelisik, peninggalan prasejarah yang paling banyak ditemukan adalah lukisan gua atau rock art. Jumlahnya sendiri sekira 2.300 gambar yang didominasi wujud telapak tangan dengan susunan tertentu.
Menurut Pindi Setiawan, peneliti karts dari Institut Teknik Bandung (ITB), gugusan karst di angkulirang Mangkalihat merupakan yang paling lengkap di Asia Pasifik.

Serupa ensiklopedi dalam wujud visual, ulas Pindi, lukisan-lukisan itu merekam jejak peradaban sejak masa paling tua --sebelum ada hutan tropis di Kalimantan. Semua digurat dengan imaji seperti pelbagai alat berburu dan mamalia besar seperti banteng dan rusa betina. Pada fase itu, Ras Austronesia --menurut teori-- bahkan belum masuk ke Kalimantan.

/images/img_galeri/34111743_karsttnc.jpg

Menariknya, dari sekian banyak alat-alat berburu manusia purba yang tergambar di lukisan itu adalah panah. Bagi Pindi, keberadaan alat itu tak lazim digunakan di hutan tropis dengan vegetasi yang rapat. Namun, melalui gambar itulah muncul asumsi jika peradaban di gua-gua ini berusia lebih tua dari hutan tropis di Bumi Mulawarman.

"Minimal 8.000 tahun lalu ketika Kalimantan berupa savana. Sebab kalau sudah menjadi hutan tropis, tidak mungkin ada gambar panah. Di hutan, orang berburu menggunakan tombak dan sumpit," ulas Pindi, seperti dikutip kliksamarinda dari salahsatu laman media online nasional.

Di lain sisi, aktivitas pemujaan juga terekam dalam lukisan gua yang ditemukan di perbukitan karst Sangkulirang Mangkalihat. Gambar tokek contohnya, menunjukkan adanya tradisi pemujaan terhadap roh nenek moyang.

Ada pula gambar rusa jantan bertanduk yang selalu dilukiskan dalam posisi terbang. Ini menunjukkan bahwa binatang itu disakralkan. Gambar saman atau dukun dengan topi besar berumbai-rumbai juga banyak ditemukan sebagai tanda kepercayaan mistis.

Melangkah ke peradaban lebih muda, Pindi menemukan sejumlah gua dengan lukisan khas Dayak yang dibuat dari arang atau carchoal. Bahkan di salahsatu gua, ditemukan pula lukisan pelbagai jenis perahu. Mulai dari yang sangat sederhana hingga yang paling modern seperti kapal uap di masa itu.



Reporter : Ken    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0