25 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Nah, Bobotoh Digebuki Usai Nonton PBFC VS Persib di Samarinda


Nah, Bobotoh Digebuki Usai Nonton PBFC VS Persib di Samarinda
Ilustrasi

KLIKSAMARINDA.COM - Aksi tidak sportif dilakukan sejumlah suporter tim Pusamania Borneo FC (PBFC) usai laga PBFC kontra Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur pada Sabtu malam 7 Mei 2016.

Belasan suporter berbaju orange ini mengeroyok seorang pendukung Persib Bandung di lapangan parkir GOR Segiri Samarinda. Beruntung, aksi pengeroyokan ini tidak berlangsung lama karena sejumlah petugas keamanan berhasil menyelamatkan korban.

Korban pengeroyokan pendukung PBFC tersebut justru bukan dari Samarinda. Korban bernama Aditya, warga Tanah Grogot, Kabupaten Paser. Aditya merupakan pegawai perkebunan di Tanah Grogot.

Pria ini babak belur usai menonton laga tim kesayangannya Persib Bandung melawan tim tuan rumah PBFC di Stadion Segiri Samarinda. Petugas kepolisian berhasil menghalau aksi brutal massa pendukung tuan rumah yang kesal akibat timnya ditahan imbang Persib Bandung.

Korban kemudian dibawa petugas kepolisian ke Polsekta Samarinda Ilir untuk mendapatkan perawatan dan pengamanan. Adit mengaku sebelum pengeroyokan didatangi sekelompok suporter PBFC dan memintanya melepas baju Persib yang digunakannya.

Namun, meski ia sudah melepaskan baju yang digunakannya, para pelaku tetap memukulinya. Akibat aksi anarkis suporter PBFC ini, karyawan perusahaan perkebunan ini mengalami luka lebam di sekujur tubuh dan luka robek di bagian kaki sebelah kanan.

(Klik juga: Suporter Harus Profesional, Pusamania Menuju Sepakbola Modern)

Sementara motor Scoppy miliknya juga dirusak para pelaku.

"Saya sendiri saja ke Samarinda. Dipukul gara-gara pakai baju Persib. bajunya diambil pelaku," urai Adit.

Sainulloh, anggota Polsekta Samarinda Ilir mengatakan bahwa korban diamankan petugas karena dianiaya sejumlah orang tidak dikenal. Kemungkinan besar pelaku adalah suporter tim PBFC yang kecewa karena aksi pengeroyokan terjadi usai pertandingan.

"Jika dia mau melapor, maka harus divisum. Saat ini petugas belum menerima laporan dari korban," ujar Sainulloh.

Komentar langsung datang dari Bobotoh Persib di Samarinda. Koordinator Viking Wilayah Samarinda, Ari, mengaku telah terjadi kesalahpahaman antara suporter PBFC dengan anggotanya di lapangan.

Korban, menurut Ari, ternyata terpisah dari rombongan sehingga membuat sebagian suporter tuan rumah yang jengkel melampiaskan kekecewaannya kepada bobotoh yang terpisah.

"Kami menyayangkan saja kejadian ini. Ini akibat kurang koordinasi," ujar Ari singkat.

Demi keamanan, korban diminta beristirahat di Mako Polsekta Samarinda Ilir. Sebelumnya, demi menyaksikan laga tim kesayangannya, korban sengaja menempuh perjalanan hingga 5 jam dari tempat ia tinggal menuju Kota Samarinda dengan menggunakan motor Scoppy kesayangannya. (*)

Reporter : M4N    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0