20 September 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Ini Rumah Sakit Pertama di Kaltim dengan Konsep Hotel


Ini Rumah Sakit Pertama di Kaltim dengan Konsep Hotel
Gedung Jamrud RSHD Samarinda di Jalan Dahlia, nomor 4. (Foto-foto: Istimewa)

KLIKSAMARINDA - Rumah Sakit Haji Darjad di Samarinda boleh jadi merupakan satu-satunya pusat kesehatan paling berbeda di Kalimantan Timur.

Dibangun di Jalan Dahlia, nomor 4, RSHD menerapkan konsep serupa hotel. Fakta ini tak hanya bisa ditilik dari keberadaan sebuah trolley bellboy yang berada di sisi pintu depan Gedung Jamrud di lantai satu sejak kali pertama beroperasi 2009 lalu. 

Dalam penanganan pasien yang berobat dan menjalani proses penyebuhan karena sakit, RSHD juga memberikan service yang tak jauh berbeda dengan hotel berbintang.

Di bangunan pencakar langit itu --Gedung Jamrud-- 9 lantai yang dimiliki RSHD masing-masing punya ruang lobi khusus untuk keluarga pasien.

Laiknya lobi hotel, interior ruangannya diisi satu set sofa yang nyaman lengkap dengan meja. Khusus di lantai 3 Gedung Jamrud RSHD, bahkan tersedia sebuah piano klasik milik sang empu rumah sakit.

Setali tiga uang dengan suasana di bagian lobi, ruang inap juga didesain khusus agar pasien tak merasa berada di rumah sakit. Suasana yang nyaman ini pada akhirnya membentuk kultur pelayanan yang ramah --baik para dokter, perawat, hingga sekuriti. 

Maka jangan heran, ketika masuk ke Gedung Jamrud, siapapun yang berdiri di pintu depan akan melempar senyum kepada siapapun yang melintas sebelum menawarkan bantuan.

"Pelayanan seperti ini telah menjadi budaya kami di RSHD," kata Rudi Setiawan, Manager RSHD Samarinda, kepada KlikSamarinda, Rabu (8/7/2015) hari ini.

Suasana di Gedung Jamrud RSHD sejatinya mengejawantahkan perspektif lain tentang sebuah rumah sakit.

Pada perjalanannya, RSHD tak hanya dikenal sebagai jujukan utama masyarakat Kota Tepian ketika ingin berobat.

Keluarga yang mendampingi pasien rawat inap di sana juga dibuat nyaman dengan spot bersantai di pelbagai sudut RSHD.

Selain lobi khusus di setiap lantai, ada pula cafetaria berbentuk letter L dengan luas sekira 36 meter persegi yang terletak di pucuk Gedung Jamrud.

Dari atas sana, suasana kota dari ketinggian Samarinda dapat dinikmati, sembari mendengarkan permainan tuts organ Yamaha SRS 7000.

Rudi mengaku, konsep seperti ini sebenarnya sudah mahfum di rumah sakit ternama di luar negeri.

Termasuk, dalam pilihan warna ruangan dan fasilitas penunjang. "Kalau cafetaria di atas bukan hanya untuk entertainment, tapi juga untuk aktivitas religi. Makanya selalu ad apengajiansetiap malam Kamis di sana," tuturnya. (*)

Reporter : Bunga Aviria    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0