20 September 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Sempat Negosiasi Alot, Bagi Hasil Blok Mahakam Segera Diteken


Sempat Negosiasi Alot, Bagi Hasil Blok Mahakam Segera Diteken
Foto: Ist

KLIKSAMARINDA - Besaran bagi hasil blok minyak dan gas bumi Blok Mahakam telah mendapatkan kesepakatan antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Pertamina (Persero). Pun, manajemen telah menyanggupi bonus tandatangan untuk Blok Mahakam setelah bernegosiasi dengan pemerintah.

Khusus untuk negosiasi Blok Mahakam, Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam menuturkan negosiasi bagi hasil blok Mahakam di Kalimantan Timur berjalan alot.

Pasalnya, terdapat sejumlah pembahasan opsi pembagian porsi bagi hasil produksi blok tersebut. Syamsu menyebut penetapan porsi bagi hasil disepakati berdasarkan kondisi lapangan.

Menurut Syamsu, Pertamina dan pemerintah telah menyepakati dua hal tersebut. Kesepakatan ini, imbuh Syamsu, menjadi bagian penting dalam rencana perusahaan mengembangkan blok Mahakam.

“Walaupun PSC tersebut baru akan berlaku setelah akhir 2017, dengan dapat dilakukan penandatanganan PSC tahun ini maka satu milstone dapat dicapai. Dengan demikian, kami dapat fokus mempersiapkan diri dalam proses alih kelola Blok Mahakam,” ujar Syamsu.

Terdapat perbedaan dalam bagi hasil yang telah mendapatkan kesepakatan tersebut. Menurut Syamsu, bagi area yang telah berproduksi, negara mendapatkan porsi bagi hasil lebih besar. Sebaliknya, untuk area eksplorasi, porsi bagi hasil untuk negara akan semakin rendah.

Sementaram bonus tanda tangan dihitung berdasarkan nilai aset Blok Mahakam. Setelah nilai aset blok di Kalimantan Timur tersebut ditentukan, pemerintah akan menetapkan besaran bonus tanda tangan. Pemerintah meminta Pertamina membayar sejumlah persentasi dari nilai aset tersebut, misalnya 0,5 persen hingga 1 persen.

Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, seperti dilansir CNN Indonesia, Pemerintah dan PT Pertamina telah menyepakati besaran bagi hasil (split) dua blok minyak dan gas bumi (migas). Dua blok migas tersebut adalah Blok Mahakam dan Blok Offshore North West Java (ONWJ) yang habis kontrak pada 2017.

Soal besaran bagi hasil antara pemerintah dan Pertaminan, Wianda belum menyebutkan. Termasuk besaran bonus tandatangan yang akan diberikan untuk pemerintah, Wianda meminta agar menungggu penandatangan kontrak.

“Tunggu saja penandatanganan production sharing contract (PSC) dulu. Kami berharap akhir Desember ini PSC untuk Blok Mahakam sudah ditandatangani,” ujar Wianda pada Rabu 9 Desember 2015.

Sebelumnya, pemerintah memberikan hak pengelolaan Blok Mahakam kepada Pertamina dengan hak 100 persen. Namun Pertamina diminta melakukan share down kepada pihak lain yang dapat memberi manfaat paling banyak 30 persen.

Kontrak Kerja Sama (KKS) Wilayah Kerja Mahakam ditandatangani pada 6 Oktober 1966 dan berakhir 30 Maret 1997. Kontrak kemudian diperpanjang pada 11 Januari 1997 dan berakhir pada 31 Desember 2017. (*)

Reporter : gen/cnn indonesia    Editor : Dwi Hendro B



Comments

comments


Komentar: 0